Balai Pertemuan Fujian Hoi An: Sejarah 1697, Arsitektur Chu Tam, Dupa Melingkar, dan Panduan Kunjungan

Apa itu Balai Pertemuan Fujian dan di mana lokasinya
Balai Pertemuan Fujian (sering ditulis Phuc Kien atau Phuoc Kien) berada di Jalan Tran Phu nomor 46, di dalam kawasan kota tua Hoi An, tidak jauh dari Jembatan Beratap Jepang (Chua Cau). Tempat ini dulunya menjadi pusat kegiatan para saudagar Tionghoa asal Fujian yang menetap di bandar dagang Hoi An: berfungsi sekaligus sebagai kuil pemujaan dewi pelindung pelaut dan balai perkumpulan perantau untuk saling membantu dalam urusan niaga.
Berdasarkan arsip Pusat Pengelolaan Pelestarian Warisan Budaya Hoi An, balai pertemuan ini didirikan pada 1697. Beberapa laporan media mencantumkan angka 1690 sehingga Anda mungkin menjumpai dua versi tahun; namun sumber-sumber sepakat bahwa bangunan awalnya terbuat dari kayu, dibangun ulang memakai bata dan genteng pada 1757, lalu ditetapkan sebagai cagar sejarah-budaya nasional pada 1990. Nama “Kim Son Tu” masih terpahat pada gerbang tiga pintu, menandakan asal-usul tempat ini sebagai kelenteng kecil.
Mengapa layak disinggahi: di antara balai-balai pertemuan Tionghoa di Hoi An, kompleks ini memiliki halaman memanjang yang dalam, dominasi warna merah yang mencolok, serta banyak benda peninggalan tradisi pelayaran. Tanpa harus mendalami sejarah Tionghoa sekalipun, Anda tetap dapat merasakan denyut kehidupan religi komunitas pedagang tiga abad silam.
Arsitektur Chu Tam: menyusuri gerbang hingga ruang belakang
Denah balai mengikuti pola aksara “Tam” (Chu Tam), yakni rangkaian bangunan dan pelataran yang berjajar memanjang pada satu poros lurus dari gerbang depan sampai ruang terdalam. Mengikuti urutan ini memastikan tidak ada bagian yang terlewat.
- Langkah 1: Gerbang tiga pintu (Tam Quan). Gerbang bertuliskan “Kim Son Tu” dengan figur Matahari dan Bulan di kanan-kiri sebagai lambang langit-bumi serta keseimbangan yin-yang, sedangkan tiga jalurnya melambangkan Langit, Bumi, dan Manusia.
- Langkah 2: Taman mini dan pelataran depan. Banyak sumber mencatat ornamen ikan mas melompati gerbang naga sebagai simbol ketekunan dan kemajuan, diapit bangunan sayap timur serta barat.
- Langkah 3: Aula utama. Memuja Thien Hau Thanh Mau (Mazu), didampingi Thien Ly Nhan (penglihatan jarak jauh) dan Thuan Phong Nhi (pendengar arah angin), dua pengawal sang dewi dalam kisah rakyat.
- Langkah 4: Pelataran belakang dan ruang terdalam (Hau Tam). Tempat altar Luc Tanh Vuong Gia, Dewa Rezeki, tiga dewi kelahiran, dan dua belas bidan suci; inilah bagian paling tenang di seluruh kompleks.

Artefak yang layak diamati lebih dekat
- Model kapal layar dagang: ditempatkan di sisi kanan aula utama; menurut uraian surat kabar Dan Tri, replika ini merujuk pada kapal saudagar yang pernah mengalami musibah di laut dan bertarikh 1875, menjadi jejak langsung dunia pelayaran yang lekat dengan balai ini.
- Papan kaligrafi horizontal dan kuplet: terdapat sekitar 14 papan prasasti kayu beserta lonceng perunggu, tambur perunggu, dan pedupaan. Prasasti lazim memuat doa keselamatan serta nama penyumbang, menarik diamati bila Anda membaca aksara Han atau didampingi pemandu.
- Sepasang figur Matahari dan Bulan di gerbang: sering terlewat karena pengunjung hanya memotret gerbang secara utuh, padahal detail ini mencerminkan pandangan kosmologi masyarakat Tionghoa perantauan.
Dupa melingkar dan tradisi memohon keturunan
Salah satu daya tarik utama balai ini adalah deretan dupa melingkar berukuran besar yang tergantung di langit-langit ruang doa. Menurut berbagai liputan media, satu gulungan dupa dapat menyala hingga sekitar 30 hari; peziarah menuliskan permohonan di kertas yang digantungkan pada dupa, lalu penjaga membakar kertas-kertas tersebut setelah dupa habis. Sumbangan bersifat sukarela tanpa daftar harga resmi yang dipublikasikan, sehingga sebaiknya bertanya langsung kepada petugas penjaga di dalam dan tidak mempercayai tawaran calo di luar gerbang.
Di ruang belakang terdapat altar tiga dewi kelahiran dan dua belas bidan suci tempat banyak pasangan suami-istri memohon keturunan. Bila Anda hanya berkunjung melihat arsitektur, berhentilah di luar batas sembahyang, amati dari jauh, dan hindari memotret tepat dari depan altar ketika ada umat yang sedang berdoa.
Tiket, jam buka, dan durasi kunjungan
| Kategori | Informasi | Catatan |
|---|---|---|
| Alamat | 46 Tran Phu, kawasan kota tua Hoi An | Mobil tidak masuk ke zona inti kota tua; turun di tepi kawasan lalu berjalan kaki |
| Tiket | Memakai satu kupon dalam tiket kunjungan kota tua | Portal Vietnamtourism mencatat 120.000 VND (~Rp 77.000 IDR) untuk paket 5 titik; ketentuan tamu domestik dan anak mengikuti aturan loket |
| Jam buka | Sekitar pukul 07.00–17.30 menurut banyak sumber | Jam operasional diatur unit pengelola, pastikan kembali di loket tiket |
| Durasi | 30–45 menit | Datang saat baru buka atau setelah pukul 16.00 umumnya lebih sepi dari rombongan tur |
Tiket kota tua berlaku untuk sejumlah situs warisan—termasuk balai pertemuan, rumah kuno, pagoda, dan museum—dengan jumlah kupon terbatas per tiket, jadi pilihlah titik yang paling Anda minati sejak awal. Berjalan-jalan menyusuri jalanan kota tua, menikmati lentera, dan menonton pertunjukan ruang terbuka tidak memerlukan tiket.
Hari-hari perayaan besar sepanjang tahun
- Tanggal 15 bulan ke-1 lunar (Nguyen Tieu / Cap Go Meh): hari raya besar kota tua ketika balai dipadati peziarah yang mempersembahkan dupa.
- Tanggal 16 bulan ke-2 lunar: peringatan Luc Tanh Vuong Gia, disebut sejumlah panduan wisata sebagai hari terpadat di balai karena keturunan keluarga asal Fujian berkumpul.
- Tanggal 23 bulan ke-3 lunar: perayaan Dewi Thien Hau Thanh Mau dengan tata upacara persembahan dan arak-arakan tradisional.
- Tanggal 1 dan 15 setiap bulan lunar: bukan festival tahunan besar, namun jumlah warga yang datang bersembahyang lebih ramai dibandingkan hari biasa.
Apabila jadwal perjalanan Anda bertepatan dengan tanggal-tanggal di atas, hindari jam puncak upacara, berpakaianlah tertutup, dan dahulukan umat yang beribadah. Bila ingin melanjutkannya dengan melepas lentera apung pada malam hari, simak panduan malam kota tua dan festival lentera Hoi An untuk jadwal malam tanggal 14 lunar.
Rute jalan kaki di sekitar Tran Phu dan transportasi
Karena berada tepat di poros Jalan Tran Phu, Balai Pertemuan Fujian mudah digabung dengan situs sekitarnya: lanjutkan berjalan ke arah Jembatan Beratap Jepang atau berbalik mengunjungi balai pertemuan Chaozhou dan Kanton di Hoi An, lalu makan siang di kedai-kedai sekitar pasar. Jika ingin berkeliling santai mendengarkan cerita rumah-rumah kuno dalam waktu singkat, baca juga panduan naik becak cyclo Hoi An beserta rute dan biayanya.
Hoi An berjarak sekitar 30 km dari pusat Da Nang dengan waktu tempuh kira-kira 40 menit. Untuk rombongan keluarga atau perjalanan bersama lansia, Anda dapat memesan mobil pribadi Da Nang ke Hoi An dengan tarif sekali jalan 280.000 VND (~Rp 181.000 IDR) untuk mobil 4 kursi, 330.000 VND (~Rp 213.000 IDR) untuk SUV 7 kursi, dan 500.000 VND (~Rp 323.000 IDR) untuk minibus 16 kursi; turun di tepi kawasan kota tua lalu sepakati jam penjemputan kembali. Tarif tercantum sudah mencakup bensin, tol, dan parkir, sementara pengecualian rute diinformasikan sebelum konfirmasi. Lihat juga rute lainnya di daftar harga sewa mobil Da Nang Hoi An.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1Tahun berapa Balai Pertemuan Fujian dibangun?
Dokumen profil Pusat Pengelolaan Pelestarian Warisan Budaya Hoi An mencatat balai pertemuan ini dibangun pada 1697; beberapa artikel berita menulis angka 1690 sehingga ada selisih kecil antar sumber. Hal yang seragam adalah bangunan awalnya berbahan kayu, dibangun ulang dengan bata dan genteng pada 1757, lalu diakui sebagai cagar sejarah dan budaya tingkat nasional pada 1990.
2Apakah masuk ke Balai Pertemuan Fujian harus membeli tiket tersendiri?
Tidak ada tiket terpisah. Balai ini termasuk dalam sistem tiket kawasan kota tua Hoi An dan memakai satu kupon kunjungan, jadi Anda cukup membeli tiket kota tua di loket resmi lalu menunjukkannya di pintu masuk. Portal Vietnamtourism mencatat tarif 140.000 VND (~Rp 90.000 IDR) untuk paket 5 titik kunjungan, sementara sejumlah sumber menyebut tarif berbeda bagi wisatawan domestik Vietnam, sehingga sebaiknya tanyakan langsung di loket.
3Jam berapa Balai Pertemuan Fujian buka dan berapa lama waktu kunjungannya?
Sebagian besar sumber wisata menulis jam buka sekitar pukul 07.00 hingga 17.30 setiap hari, tetapi jadwal resmi diatur oleh pengelola sehingga patut dikonfirmasi ulang di loket. Kunjungan santai memakan waktu sekitar 30–45 menit; datang tepat saat baru buka atau setelah pukul 16.00 biasanya lebih lengang dari rombongan besar.
4Dewa atau tokoh siapa yang dipuja di Balai Pertemuan Fujian?
Aula utama memuja Thien Hau Thanh Mau (Dewi Mazu), pelindung para pelaut, didampingi patung Thien Ly Nhan (Mata Seribu Mil) dan Thuan Phong Nhi (Telinga Penangkap Angin). Ruang belakang memuja enam bangsawan Luc Tanh Vuong Gia, tiga dewi kelahiran, serta dua belas bidan suci, sehingga banyak keluarga datang memohon keturunan dan keselamatan anak.
5Apa itu dupa melingkar di dalam balai dan bagaimana cara memanjatkan doa?
Itu adalah gulungan dupa besar yang digantung di area sembahyang dan menurut laporan media dapat menyala hingga sekitar 30 hari. Peziarah menuliskan harapan pada secarik kertas yang dikaitkan ke gulungan dupa; setelah dupa habis terbakar, penjaga balai membakar kertas doa tersebut. Sumbangan bersifat sukarela tanpa daftar tarif tunggal, jadi tanyakan kepada penjaga di dalam sebelum memasang dupa.
6Hari perayaan apa saja yang paling ramai di Balai Pertemuan Fujian?
Balai ramai saat Tahun Baru Imlek serta setiap tanggal 1 dan 15 penanggalan lunar. Perayaan besar meliputi Cap Go Meh atau Nguyen Tieu (tanggal 15 bulan ke-1 lunar), peringatan Luc Tanh Vuong Gia (tanggal 16 bulan ke-2 lunar), dan hari kebesaran Dewi Thien Hau (tanggal 23 bulan ke-3 lunar). Pada hari-hari tersebut datanglah lebih pagi dan jaga jarak dari area upacara.
7Pakaian apa yang sopan dan apa saja etika masuk ke balai pertemuan?
Karena ini tempat ibadah yang masih aktif, kenakan pakaian sopan, berbicara pelan, lepas topi di dalam aula utama, dan jangan memotret orang yang sedang bersembahyang terutama di ruang belakang. Halaman tengahnya terbuka tanpa atap, jadi siapkan jas hujan tipis dan alas kaki antiselip bila datang pada musim hujan.
8Berapa tarif mobil pribadi dari Da Nang ke Hoi An untuk mengunjungi balai ini?
Rute Da Nang ke Hoi An berjarak sekitar 30 km dengan waktu tempuh sekitar 40 menit: mobil 4 kursi 280.000 VND (~Rp 181.000 IDR), SUV 7 kursi 330.000 VND (~Rp 213.000 IDR), dan minibus 16 kursi 500.000 VND (~Rp 323.000 IDR) sekali jalan; rute Bandara Da Nang ke Hoi An (sekitar 45 menit) bertarif sama. Tarif resmi mencakup bahan bakar, tol, dan parkir, sedangkan pengecualian rute diinformasikan sebelum konfirmasi. Tiket kota tua dibeli terpisah di loket; hubungi WhatsApp +84 384 833 444 untuk pemesanan.
Pesan Antar Jemput Mobil Pribadi Pintu ke Pintu
Nikmati perjalanan privat yang nyaman antara Da Nang, Hoi An, Ba Na Hills & Hue. Armada modern (4, 7, 16 kursi), tarif bersih all-inclusive tanpa uang muka.
🏮Rute Antar-Jemput Pribadi Populer
Tarif tetap transparan sudah termasuk biaya jalan tol dan parkir bandara. Dukungan WhatsApp 24/7.





